Tuesday, August 28, 2007

sedih liat berita ini

Lihat deh wajah lucu harimau sumatra ini, menggemaskan sekali kan?kok tega-teganya para pemburu itu membunuh mereka hanya untuk kulitnya!
Beberapa waktu lalu aku mendapat newsletter seperti biasa melalui e-mail. Sebagai online member & activist wwf, aku berusaha sebisa mungkin membantu kampanye-kampanye online untuk lingkungan. Sedih sekali aku liat foto seekor harimau sumatra yang kehilangan kaki bagian bawahnya karena melepaskan diri dari perangkap pemburu yang menjeratnya! Makhluk yang sudah sangat langka dan hanya ada di Indonesia ini harus menghadapi perburuan keji ini malah di dalam taman nasional yang seharusnya dilindungi. berita lengkap dan fotonya ada di web wwf ini.

*foto diambil dari web wwf, for more info please klik here

save our planet!

Tindakan sekecil apapun sangat berarti bagi bumi kita. Ayo ikutan!
dimulai dari diri kita sendiri aja, sedikit2 tularkan pada lingkungan sekitar.
for more info klik site wwf ini.

1. Matikan listrik.(jika tidak digunakan, jangan tinggalkan
alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam
dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit
listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).

2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski
harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).

3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).

4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala.
Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24 o C).

5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).

6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.

7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.

8. Jemur pakaian di luar . Angin dan panas matahari lebih baik
ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.

9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).

10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).

11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas
berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya
untuk didaur ulang kembali.

12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar
mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.

Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam. Tlg peduli lingkungan!

Sudah saatnya kita peduli, global warming mengancam kehidupan di bumi tersayang ini. got this on my email and it's worth sharing. So please read on!

Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah
suatu masalah yang perlu kita risaukan.
"Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta
bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali
begitulah Anda berpikir.

Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC)
memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya
sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi
peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3 o C. Jika
peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari
sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi
masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar,
sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat.

Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal
oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama
makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap,
begitu pula nyawa manusia.

Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002,
suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17 o C per tahun.

Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o
C per tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti
satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.

Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir
dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan.

Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm.
Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050
daera-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi
(seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.

Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah
seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara.
Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan
laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat.

Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga
garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun
mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu,
jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.

Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR),
menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi
gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah)
yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah
istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan
tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer).
Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan
lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari
(termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang
pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian
meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.

Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas
rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin,
gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik,
ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang
juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan
clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses
pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan
sapi.

Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan.
Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model
lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.

Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim.

Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah
memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut
perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus

bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal.
Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih
dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal
35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya
udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya
menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur
Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan,
Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai
penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan
gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak
bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan
habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan
di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi
bisa menghirup udara bersih.

Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas
planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.

Tuesday, August 21, 2007

a fresh start

It's official. On Sept 1st I will be moving on a new magazine in the group. Still on the same holding company, even still on the same floor on the same building. But of course a totally different layouts, co-worker, and even atmosphere. I'm looking forward to this transition, and hope it's gonna be all better. Goodbye GH, hello fitness.

Monday, August 20, 2007

another hari burung :)

Terjemahan bebas dari kata birthday, yang dipelesetkan menjadi bird day alias hari burung :)
Well, sedikit inside jokes diantara aku dan beberapa teman dekatku yang 'berbahasa' sama :)
Hari itu datang juga, hari dimana usiaku bertambah. Man, I fell really old!!! Padahal aku masih berhak menyebut twenty something sebagai usiaku, tetapi tetap saja berasa. Mungkin karena aku melihat sekelilingku yang sudah lumayan berubah drastis, sedangkan diriku masih seperti ini, seperti yang dulu. Beberapa hari sebelumnya tepat saat Independence Day alias tujuhbelasan Agustus, aku bersama beberapa teman-teman mengadakan acara barbeque sekalian merayakan ultah salah satu temanku, dan juga melihat rumah baru salah satu teman yang lain. Temanku itu sudah menikah beberapa tahun yang lalu, dan baru tinggal berdua di sebuah rumah mereka sendiri. Rumah mungil khas keluarga baru, sejahtera, damai sentosa. Begitu aku biasa menyebut rumah-rumah minimalis di kompleks-kompleks perumahan yang banyak berdiri di sekitar Jakarta dan pinggirannya alias daerah suburbia. Setelah kaum Adam capek mengipas dan membakar daging, ayam dan sosis, kaum hawa membuat minuman, fruit punch, menumis sayur dan menyiapkan nasi dan kentang goreng, kami pun mulai makan. Lezat sekali walaupun beberapa daging nya agak keras dan butuh usaha ekstra untuk mengunyahnya :) Kemudian sambil menyantap hidangan penutup berupa es krim coklat, strawberry dan vanilla, kami menonton dvd pernikahan temanku yang lain. Yep salah satu hal lagi yang membuatku merasa tua. Everyones is growing up, start their own family. Hello...how about me? Anyways, tentunya aku tak lupa bersyukur karena telah diberi banyak anugrah, tentu saja! Tapi tidak apa-apa kan kalau aku masih punya beberapa permintaan?special request and wishes? Dan berharap semoga Allah masih mau mendengar dan mengabulkannya. Amiiieeen.

Wednesday, August 08, 2007

Jkt's earthquake

bertepatan dengan pilkada pemilihan gubernur Jakarta, tepat jam 12 malam, Jakarta dilanda gempa. Aku yang saat itu sedang di kamar kost ku, menonton dvd Scrubs season 2, kaget karena guncangan yang tadinya hanya sedikit, lama kelamaan berubah lebih kencang dan kencang. hiasan gantungan di kamarku bergoyang2, posisi kamarku yang berada di lantai 2 dan paling depan, membuat guncangan itu lebih terasa. Aku sadar kalau goncangan ini bukan main-main, tapi ini gempa! aku langsung mematikan dvd dan komputerku, berlari keluar kamar menuju balkon, kemudian melihat sekelilingku yang bergoyang-goyang, kabel listrik & telepon, dan yang paling membuat ngeri adalah crane di lokasi pembangunan Grand Indonesia yang bergoyang dengan cepat dan alarm di sekitar lokasi berbunyi kencang. Bayangkan kalau crane sebesar itu jatuh? Aduuuh (sambil mengetok2 meja) Lokasi pembangunan ini lumayan dekat dengan kost-kostan ku. Menatap pasrah kearah pemandangan mengerikan itu, aku mulai berdoa, dan meng sms keluarga dan teman2. Setelah beberapa menit goncangan itu berakhir, aku kembali ke kamar, dan mulai mencoba untuk tidur. Setelah saat yang agak lama, barulah aku bisa memejamkan mata dan mulai tertidur, sambil berdoa.

kuis iseng2

katanya siy begini nih, posisi urutan lahir berpengaruh dengan kepribadian kita. dan hasilnya spt ini.... anyways, ini menurut web tickle...

your position as youngest child shows most strongly in your creativity.
Similar to other youngest children, you likely have an astonishing ability to generate original ideas. From an early age, your natural tendency was probably to stand out from your older siblings through your unique contributions. By comparing yourself to your older siblings, your creativity naturally evolved through your desire to be imaginative in choosing your goals and your approach to achieving them. Like other youngest children, you tend to be especially innovative when feeling optimistic or when undertaking tasks that bring you joy and satisfaction. Birth order influences your relationship with your parents, siblings (if you have them) and how you ultimately learn to interact with the world. It can provide an insightful way to better understand your approach to friendships, romance, and how you meet life's challenges.